Saat semua terasa berat dan aku tidak sanggup memikulnya lagi, selalu ibu yang ku beri tahu. Meskipun kadang informasi yang ku utarakan tidak sampai kepada beliau. Tetapi aku senang, bisa menyampaikan semua keresahan dan isi hati walau tak sampai. Terima kasih, Bu. Doa-doa mu selalu mengiringi langkahku, terus doakan semoga anakmu ini bisa menjadi orang yang selamat di dunia dan akhirat, juga sukses di dunia dan akhirat. Garis start yang ku lalui sangat berbeda, Bu. Aku tidak memulai semuanya dari nol, tapi dari minus. Aku tidak disiapkan jalan untuk menuju cita-citaku, aku membuat jalan itu sendiri, Bu. Mohon doanya, semoga jalan yang ku buat penuh berkah dan ridho, dan ke depannya aku dapat meneruskan jalan yang telah ku mulai. Bahagia selalu, Bu. Jika bapak adalah alasan untuk aku bertahan hidup, maka engkau adalah tujuannya, Bu. Terima kasih dan mohon maaf.
Pesan untuk Ibu yang tidak berani kusampaikan secara langsung. Aku percaya jika ada orang yang paling dan harus kita hormati dan muliakan adalah Ibu. Aku berharap suatu saat nanti Ibuku sempat membaca tulisan ini, jika beliau tahu aku sangat menyayanginya. Aku tidak berani selalu dekat karena takut lisan dan perilaku dariku menyakiti beliau. Bismillah, sedang mengusahakan kebahagiaan dan kemuliaan untuknya. Aku selalu senang ridho darinya selalu mengalir untukku, doa untuk bahagia dan sehatnya selalu ku layangkan pada Tuhan. Hiduplah dengan bahagia, Bu. Aku tidak pernah menuntutmu untuk apapun itu, hanya doa kebaikan dan ridho di jalan kebenaran. Jalanilah hidupmu dengan bahagia, melihatmu sehat dan bahagia adalah suatu sukses bagiku meski bukan aku yang membuatmu begitu. Maaf jika ada hal-hal yang tidak atau belum bisa ku penuhi, doakan saja yang terbaik untukku. Saat waktunya tiba, doa-doa baikmu akan berbuah indah. Bismillah untuk semua hal baik yang sedang diusahakan, da...