Skip to main content

Posts

Buku Harian Sang Profesor - 59

Semakin melihat banyak teman-teman, semakin aku bersyukur atas kebaikan Allah yang membawaku sampai sejauh ini. Namun di samping itu, ada rasa sedih yang tidak bisa diutarakan. Orang-orang seperti saya ini harus benar-benar memulai semuanya dari nol bahkan minus. Tidak ada yang backingan yang menopang semua usaha, benar-benar sendiri (bersama Allah tentunya). Alhamdulillah, Ya Allah saya siap dengan kejutan impian dan cita-cita lainnya yang terwujud. Saya terharu, karena Allah membawa saya sejauh ini untuk terus tumbuh dan melihat kuasa Nya.  Sungguh, dunia dan seisinya adalah milik Nya. Saya yang hamba ini ikut hidup dan beribadah saja. Izinkan saya kelilling dunia untuk belajar Ya Allah. Wujudkan impian-impian saya yang selalu saya sebut saat berdoa. Hamba percaya, impian yang terlihat besar dan tidak mungkin bagi hamba tapi menurut Engkau semua bisa terlaksana. Kuasa Mu lebih besar daripada ketidakmungkinan yang aku pikirkan. Bismillah.
Recent posts

Buku Harian Sang Profesor - 58

Menjadi diri sendiri. Menjalani hari-hari yang selama ini ku impikan. Bertanggung jawab atas doa yang telah dikabulkan. Menjadi versi terbaik diri sendiri kadang memang ada sakitnya, namun sakit itulah yang membentuk kita. Alhamdulillah, ini semua akan ku jalani dengan riang gembira, walau ada galau nya. Bismillah, suatu saat nanti bisa kuliah ke luar negeri dengan beasiswa. Impian-impian yang saya miliki mungkin memang terlihat kecil di mata diri sendiri (pun bagi orang lain), tapi yang mengabulkan doa saya adalah Tuhan yang Maha Besar. Jadi harus tetap berani bermimpi dan berdoa.

Buku Harian Sang Profesor - 57

Terbiasa terhadap hal yang memang biasa adalah suatu skill yang harus dimiliki. Tidak semua hal yang kita suka pasti bisa kita dapatkan. Memang harus pelan dan perlahan.  Jika sekarang yang kita harapkan belum diwujudkan, percayalah Tuhan sedang mengajari kita cara bersabar. Dan apabila apa yang kita inginkan seketika menjadi nyata, bersyukurlah, itu cara Tuhan menunjukkan kuasa Nya.

Buku Harian Sang Profesor - 56

Saat semua terasa berat dan aku tidak sanggup memikulnya lagi, selalu ibu yang ku beri tahu. Meskipun kadang informasi yang ku utarakan tidak sampai kepada beliau. Tetapi aku senang, bisa menyampaikan semua keresahan dan isi hati walau tak sampai. Terima kasih, Bu. Doa-doa mu selalu mengiringi langkahku, terus doakan semoga anakmu ini bisa menjadi orang yang selamat di dunia dan akhirat, juga sukses di dunia dan akhirat. Garis start yang ku lalui sangat berbeda, Bu. Aku tidak memulai semuanya dari nol, tapi dari minus. Aku tidak disiapkan jalan untuk menuju cita-citaku, aku membuat jalan itu sendiri, Bu. Mohon doanya, semoga jalan yang ku buat penuh berkah dan ridho, dan ke depannya aku dapat meneruskan jalan yang telah ku mulai. Bahagia selalu, Bu. Jika bapak adalah alasan untuk aku bertahan hidup, maka engkau adalah tujuannya, Bu. Terima kasih dan mohon maaf.

Buku Harian Sang Profesor - 55

Pesan untuk Ibu yang tidak berani kusampaikan secara langsung. Aku percaya jika ada orang yang paling dan harus kita hormati dan muliakan adalah Ibu. Aku berharap suatu saat nanti Ibuku sempat membaca tulisan ini, jika beliau tahu aku sangat menyayanginya. Aku tidak berani selalu dekat karena takut lisan dan perilaku dariku menyakiti beliau. Bismillah, sedang mengusahakan kebahagiaan dan kemuliaan untuknya. Aku selalu senang ridho darinya selalu mengalir untukku, doa untuk bahagia dan sehatnya selalu ku layangkan pada Tuhan. Hiduplah dengan bahagia, Bu. Aku tidak pernah menuntutmu untuk apapun itu, hanya doa kebaikan dan ridho di jalan kebenaran.  Jalanilah hidupmu dengan bahagia, melihatmu sehat dan bahagia adalah suatu sukses bagiku meski bukan aku yang membuatmu begitu. Maaf jika ada hal-hal yang tidak atau belum bisa ku penuhi, doakan saja yang terbaik untukku. Saat waktunya tiba, doa-doa baikmu akan berbuah indah.  Bismillah untuk semua hal baik yang sedang diusahakan, da...

Buku Harian Sang Profesor - 54

Saat ini pukul 23.01 WIB, saya melihat live international space station (ISS). MasyaAllah Tabarakallah, luar biasa sekali kuasa Mu Ya Allah. Sungguh, semakin mengetahui banyak hal semakin kagum kepada Mu Ya Rabb. Alhamdulillah, semoga suatu saat nanti Engkau mampukan hamba untuk keliling dunia dalam rangka menuntut ilmu sekaligus tadabbur alam semesta. Saya percaya bahwa Engkau Maha Besar dan keinginan-keinginan saya tersebut tentu mudah sekali untuk Engkau kabulkan, maka dengan ridho Mu hamba akan berusaha. Bismillahirrohmanirrohiim.

Jika kita masih menjadi manusia biasa?

Sering kali kita berpikir tentang apa yang belum terjadi dan mengkhawatirkan masa depan. Menurut saya, itu adalah hal yang wajar bagi orang yang masih merintis hidupnya. Kekhawatiran tersebut muncul secara alami, sebagai naluri seseorang yang belum melihat kejelasan dalam apa yang diusahakan. Namun, dalam kondisi tertentu, keadaan tersebut sangat mengganggu. Maka saya mau mencoba berbagi tips untuk mengatasi hal ini, (disclaimer: tulisan ini saya tujukan pada diri sendiri). Pertama, yakinlah bahwa kamu sudah berusaha semaksimal yang kamu bisa. Kedua, hal yang bukan menjadi ranah kita biarlah diatur Yang Mahakuasa. Hiduplah hanya untuk Tuhan, jalani apa yang diperintahkan, jauhi apa yang dilarang, selalu meminta dalam genggaman-Nya.  Awali semua dengan Bismillah dan akhiri semua dengan Alhamdulillah. Surabaya, 3 Agustus 2026 (01.18 AM) Dewi Nur F