Skip to main content

Posts

Showing posts with the label karya sendiri

Buku Harian Sang Profesor - 41

Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita. Namun tugas kita tetaplah berusaha. Setidaknya itu yang bisa kita lakukan saat ini. Berdoalah, meminta pada yang Maha Kuasa. Namun, ingatlah bahwa usaha adalah milik kita. Banyak yang muncul di kepala, namun susah menuliskannya. Kadang hidup memang sesederhana itu. Pun kadang se rumit itu. Kehidupan memang diciptakan dengan pasangan masing-masing. Sedih dan bahagia, luas dan sempit, mudah dan susah. Semua memiliki pasangannya masing-masing. keharusan kita adalah menghadapinya dengan cara terbaik. Draft tulisan ini sudah lama tidak saya selesaikan. Tapi hari ini nekat saya lanjutkan tulisan, sebab saya tau cara melawan malas adalah dengan menjadi rajin. Semoga impian yang sejak dahulu tertanam dikabulkan oleh Tuhan. Tidak harus sekarang memang, karena Tuhan tahu waktu yang tepat bagi kita. best regard, myself.

Buku Harian Sang Profesor 39

Diriku telah terlatih tidak lagi menjadikanmu dambaan hati. Sekarang semua ku anggap biasa saja. Bertemu dan melihat dirimu, kini ku biasakan untuk biasa. Sedari dulu memang kita tidak pernah saling intens berkomunikasi. Hanya sekadar berbagi komentar terhadap apa yang kita capai. Tidak banyak momen tentang kita. Aku percaya takdir Tuhan yang terbaik. Sudah itu saja.  Jika memang kita tidak ditakdirkan untuk bersama, sekeras apapun aku meminta hanya hikmah yang tertuang nyata. Sepertinya aku terlampau mengharapkanmu sehingga hatiku sempit pada cinta lain yang mencoba masuk. Ku biarkan hati itu kini sunyi. Tidak penting, dan aku sudah terbiasa untuk biasa saja. Tetaplah tumbuh dan berkembang. Mari sama-sama menjadi manusia yang bermanfaat. Pada akhirnya kita hanya akan mengenang. Terima kasih telah menginspirasi. Semoga hidupmu penuh berkah dan setiap langkahmu dalam ridho Allah.

Buku Harian Sang Profesor 38

 Tahukah kamu bahwa merindukan seseorang yang telah pergi ke dunia lain selamanya adalah rindu yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Kadang jika kita merindukan seseorang masih dapat melihatnya, mendengar suaranya, dan bahkan bisa mengunjunginya untuk berjumpa. Namun ketika kita merindukan seseorang yang telah berbeda alam dengan kita, hanya doa dan harapan semoga Allah pertemukan dalam kebaikan di akhirat kelak. Karena rindu yang demikian adalah rindu yang tiada seorangpun dapat bertemu. Selamat best, kamu telah melewati hari-hari indah di sana. Kamu pergi tanpa membawa cela. Aku hanya menangis karena tidak bisa lagi mengajakmu bertukar sapa. Aku tahu kamu pergi membawa kebaikan, sehingga tiada kekhawatiran bagiku tentangmu. Aku hanya khawatir jika tak bisa menyusulmu di jalur yang benar dan sesuai. Dulu aku punya impian bersamamu menjelajah dunia. Pun sekarang mari kita wujudkan bersama, kamu menjelajah di sana dan aku menjelajah di sini. Mari wujudkan mimpi kita, meskipu...

Buku Harian Sang Profesor 37

Awal yang dimulai dengan baik-baik saja, mari kita akhiri dengan baik pula. Tidak peduli sekuat apapun aku berusaha, jika kamu tidak menginginkannya maka usaha yang kulakukan sia-sia. Barangkali yang kita usahakan tidak menemui ujung sesuai yang diharapkan, izinkan aku mundur dengan perlahan. Kamu teruslah mengejar apa yang kamu inginkan, pun dengan aku akan menjalankan misi yang menjadi pilihan. Selamat sama-sama berjuang, terima kasih untuk selalu bersedia menguatkan. Kamu hebat, pun dengan diriku. Kita hebat pada porsi masing-masing.

Buku Harian Sang Profesor 36

Selalu ada jalan bagi setiap orang yang ingin berjuang. Meski jalan itu terjal, penuh bebatuan bahkan semak belukar sekalipun, itu tetap sebuah jalan. Menjadi tanggung jawab kita untuk bisa melalui jalan tersebut. Maka bawalah senjata untuk melaluinya, senjata itu bernama ilmu (bukan hanya intelektual, tetapi emosional dan spiritual bawalah juga). Tuhan selalu baik, pada apapun. Semua yang diciptakan-Nya memiliki nilai dan makna. Untuk memahaminya, kadang perlu waktu yang cukup lama. Sehingga sesekali juga lupa bahwa segala kebaikan berasal dari-Nya.

Buku Harian Sang Profesor 35

Aku suka pada bintang. Memandangnya hadirkan rasa tenang. Meski jauh di langit, Ia menyembuhkan rasa sakit. Terima kasih telah menginspirasi. Dalam lubuk hati selalu ada secuail celah untuk kau tempati. Jika aku hancur dalam pertempuran, ku harap kau bisa melanjutkan hidup dengan nyaman. Bersinarlah seperti biasa, terangi setiap gelap di sekitarmu. Kamu pelangi yang indah, dan aku menyukai itu.  Berbahagialah, aku pamit undur diri. Aku kalah dalam perjuangan mendapatkanmu. Sampai berjumpa di kehidupan berikutnya.

Gabut aja sih, pingin nulis

Aku tak bisa lupa, pada senyummu yang senantiasa melekat dalam angan. Aku ingin menyerah pada hal-hal yang menghadirkan resah. Karena mencintaimu adalah gundah yang bernuansa indah. Sebanyak apapun rautan rasa tidak mengurangi cinta. Sekarat apapun rindu, masih ku pendam untukmu.  Aku tidak bisa jika tak selalu melihatmu, kamu memang bukan orang yang selalu ada di sampingku. Tetapi kamu adalah salah satu alasan aku masih ada. Barangkali Tuhan menghadirkanmu di hidupku agar senantiasa bersyukur, berusaha dan berdo'a mengingat-Nya. Agar tak menyerah pada keadaan susah. Terima kasih Azizi Shafaa Asadel, kamu yang membuatku jatuh cinta kembali. Banyak memang yang aku sayang, tetapi kamu memiliki tempat tersendiri yang tiada seorangpun dapat mengganti.  Bukan siapa-siapa, tetapi memiliki makna. Kamu adalah makhluk ciptaan Tuhan yang disukai banyak orang, begitu pula dengan aku. Semoga kita dapat bertemu, love yeaa

Buku Harian Sang Profesor 26

Learn and Grow Together Salah satu hal yang senang ku lakukan di saat galau, suntuk, pusing, bingung, tidak tahu harus bagaimana adalah menulis dan membaca. Tulisan yang ku biarkan mengalir begitu saja, terserah ke mana jemari ini akan menekan huruf-huruf di keyboard laptop. Sejenak hanya menggerakkan jari dan mendengarkan alunan suara dari youtube, entah music atau instumen, podcast atau apapun itu. Hanya ingin mendengarkan dan menulis. Jika suatu hari nanti aku membaca kembali setiap tulisan yang ku publish di blog ini, semoga di hari itu aku tetap diberikan ketabahan menjalani hidup. Banyak yang tidak tahu kisah hidupku, akan ku ceritakan di postingan-postingan berikutnya. Tidak berharap banyak yang ku harapkan, hanya harapan sederhana semoga banyak orang yang termotivasi untuk terus semangat ketika membaca apa yang ku tulis. Meski banyak dari tulisanku bukan bagian dari motivasi. Aku berharap suatu saat nanti dapat study di luar negeri. Bukan untuk pamer dan bergaya, namun entah me...

Buku Harian Sang Profesor 25

Aku berusaha menahan diri untuk tidak semakin jatuh cinta. Sedangkan kamu selalu tebar pesona meski tanpa sengaja. Lalu, bagaimana aku bisa lupa jika kamu terus berperilaku sedemikian rupa? Sungguh, ingin ku protes semesta yang selalu menghadirkanmu di saat aku perlahan lupa.  Sangat tidak adil rasanya, aku bersusah payah agar lupa tetapi kamu sering muncul begitu saja.  Kamu aneh dan menyebalkan, jauhlah dari hidupku jika tidak ditakdirkan bersama. Dan bersabarlah menunggu jika kamu memang bagian dari perjalananku. Biarkan aku menikmati rindu yang hadir, supaya kelak rasa itu deras mengalir. Belajarlah kamu, aku akan melakukan hal yang sama. Aku tidak akan hilang, selama kamu masih mau berjuang. Selamat 3 Syawal 1444 H, mohon maaf lahir dan batin semuanya. Best regard, seseorang

Buku Harian Sang Profesor 24

Terima kasih kepada diriku sendiri yang seringkali merasa sepi. Namun aku bangga pada diri ini yang menuangkan rindu melalui tulisan-tulisan sederhana. 6 bagian dari tulisan sederhana bertema "Mencintaimu" telah saya publish. Itu adalah karya yang saya maksud pada Buku Harian part 23. Senang dapat menulis di bulan Ramadhan ini. Jika tidak untuk orang lain, setidaknya tulisan tersebut untuk saya baca ulang di kemudian hari. Agar selalu mengingat setiap proses yang telah dilalui. Begitu banyak yang telah terlewati, dan kamu mengukirnya untuk dikenang serta dijadikan pelajaran. Kadang untuk publish tulisan terjeda satu hari karena kesibukan yang dijalani. Mengerjakan skripsi, acara organisasi, bekerja, mengurus rumah, dan lain-lain. hehe supaya suatu hari nanti ingat, saya pernah sesibuk ini. Semangat dan selalulah tumbuh berkembang, tiada kehidupan indah selain yang kau dapatkan hari ini. (bacalah kalimat ini setiap hari).

Mencintaimu (Bagian 6) - Kekal

Kekal Pertemuan kedua kita yang tidak biasa, kamu hadir dengan namun bukan sekadar singgah. Hadirmu kali ini untuk menemaniku melewati segala gundah. Jadilah pasangan yang baik, pesanku untuk diri sendiri. Agar ketika kita bersama semua terasa lebih bahagia. Selamat bertemu kembali untuk kita berdua. Semoga dalam proses yang panjang membentuk kita menjadi mental pejuang. Aku tidak berharap banyak, semoga kau dan aku diberi kemampuan membangun kehidupan yang baik. Selamat atas kita berdua, atas apa yang selama ini kita layangkan dalam do ’ a. Terima kasih telah sudi berjalan jauh, menungguku dan sama-sama membuang jenuh. Selalulah bahagia, karena kini bahagiaku ada dalam dirimu pula. Teruslah menjadi dirimu sendiri, aku menerimamu dengan segala yang kau miliki. Semoga Tuhan merestui.

Mencintaimu (Bagian 5) - Reuni

Reuni Dalam kehampaan ini aku menemukanmu lagi. Kamu dengan versi terbaru dan aku dengan segala proses yang telah berlalu. Kini kita bertemu kembali membawa separuh hati yang telah terkikis rindu. Semoga hati kita kembali pulih dari sakit yang teramat perih. Kali ini aku tidak ingin kehilanganmu lagi. Cukup sekali kapalku karam. Kesempatan kali ini akan ku pastikan kapal itu tertambat di dermaga. Tidak peduli sebesar apapun badai yang menerpa, akan ku lalui dengan keyakinan. Tekadku adalah bertemu denganmu, bersama menjalani hari yang tersisa. Aku akan berjuang terhadap kesempatan yang diberikan. Terima kasih telah hadir kembali. Meski aku tahu itu bukan kehendakmu, tapi semesta yang mendukung ku. Setidaknya kita bertemu walau tidak dengan hati yang sempurna, namun cinta yang pernah ada masih tersisa.

Mencintaimu (Bagian 4) - Kelana

Kelana Sungguh jauh angan untuk bersama. Jika kamu langit maka aku adalah mega. Berdampingin selalu namun tidak saling menyapa. Setiap aku melihat lintang gemerlap di langit cerah, selalu ada gambaran senyummu di sana. Setelah aku pergi, kita menjadi asing kembali. Kamu bersama dia, aku bersama rasa hampa. Aku akan meneruskan langkahku, jalan yang berduri dan penuh rintangan setelah kita sama-sama sendiri. Kelana yang ku hadapi semakin terasa pilu ketika berjumpa kembali denganmu. Karena tentu rasa itu masih untukmu. Meski aku telah berjalan jauh, hatiku berhenti untuk mencintaimu. Walau aku mencoba pergi, cinta untukmu tetap bersemi. Akankah aku menyerah pada pengembaraan ini? Berpasrah pada rasa cinta yang menguasai jiwa? Aku tidak tahu harus bagaimana, sebab kamu yang selalu memberitahu saat aku bertanya. Kini aku harus mandiri mencari jawaban seorang diri, tanpa kamu lagi. Sungguh ini adalah jalan panjang tanpa kamu penunjuk arah.

Mencintaimu (Bagian 3) - Mega

Mega Mendung yang bersarang di awan berubah menjadi rintik hujan. Melankolis suara derainya bagai rintihan rindu yang tiada perjumpaan.  Jatuhkan aku pada ribuan semak belukar pada hati yang rimbun sakit mengakar.  Sakit dan penuh debar itu yang ku rasa pada ketiadaanmu sejak detik pertama. Semaian tunas pohon turut segar diterpa sejuknya embun di pagi buta. Aku akan merasakan hal yang sama saat kamu senyum di depan mata. Sayangnya yang ku inginkan adalah semu, bagai kaca tertimpa debu. Oh beginikah sakitnya menahan rindu pada sesuatu yang bukan lagi milikku. Mega yang berarak mengelilingi semesta ataukah bumiku yang berputar dengan sendirinya? Aku tidak ingin tahu perihal itu. Aku hanya ingin tahu rimbamu, duduk bersama dan bercakap-cakap sederhana. Aku rindu, ingin memelukmu. Menggenggam dengan penuh kepercayaan bahwa kamulah cintaku satu-satunya.

Mencintaimu (Bagian 2) - Karam

Karam Suatu hari nanti ketika kapal yang ku tumpangi tidak tertambat di dermaga. Barangkali kapal itu karam dalam perjalanan. Jangan berharap banyak pada perjalanan panjang ini. Alangkah baik jika kamu mencari kehidupan baru di daratan seberang daripada menunggu tanpa kepastian. Ketahuilah bahwa aku mencintaimu, tetapi kau harus lebih mencintai dirimu sendiri. Buang rasa risau dan gundah dari hatimu, penuhilah dengan rasa suka cita. Di manapun kamu berada, bersama siapapun kamu bahagia, aku akan merelakannya. Cukup tahu bahwa aku menyukaimu, biarkan cinta itu karam bersama jatuhnya kapal di tengah badai. Jika badai itu mampu ku lalui, maka kita bisa bersama. Namun jika tidak, carilah kebahagiaan lain dan teruslah berpijak. Kesungguhanmu dalam mencintai sudah cukup terbukti dengan hari-hari yang kamu lalui. Sekarang sudah cukup penantianmu, tumbuhlan dan hidup bersama orang baru. Aku akan menjadi masa lalu yang pernah memperjuangkanmu, namun kapalku karam diterpa badai di tengah lau...

Mencintaimu (Bagian 1) - Selaras

Selaras Jemawa bukanlah sifat asli manusia. Itu yang ku pikirkan saat pertama kali melihatmu setelah sekian ucapan manusia ku dengarkan. Aku tidak ingin egois beranggapan perihal sesuatu yang tidak ku pahami. Sedangkan kamu adalah hal yang tidak ku mengerti, maka perlu mengetahui dengan mata kepala sendiri untuk memastikan bagaimanakah kamu sesungguhnya. Dalam perjalanan hidup, akan ada beberapa rintangan yang harus diselesaikan. Supaya kamu bisa menyelesaikannya perlu latihan yang panjang. Jika diizinkan, Aku ingin memelukmu sebelum jauh, agar rindu yang ku genggam tidak membuat rapuh. Layaknya biola yang mengalunkan nada-nada, bagiku kamu adalah syairnya. Aku menyukaimu bagai udara, selalu ada dalam embusan napas tiap detiknya. Namun aku terlampau rakus ingin memiliki, menggenggam dirimu dalam sanubari. Bebaskan rasa yang mengekang sebelum aku lebih jauh membangun angan. Ceritakan pada dunia bahwa kamu menyukaiku apa adanya.

Ramadhan (Day 1) 1444 H

Puasa,  apa rasa manisnya kurma jika engkau tidak memakannya? bagaimana segarnya air kelapa muda jika engkau tidak meminumnya? betapapun indah suatu hal, jika tidak engkau usahakan maka tidak akan tercapai. Meskipun perih, usaha akan tetap membuahkan hasil walau tidak sempurna.

Buku Harian Sang Profesor 22

Alhamdulillahirobbil aalamiin... Today, I learn one more about the power of believe in Allah and study with full of heart.  Beberapa hari ini, tepatnya hampir seminggu ini selalu belajar sampai larut malam ditambah harus mengurus orang tua yang sakit. Rasanya wuuuuuh seperti terbang. Ketika belajar dan belum menemukan solusi atas pelajaran yang dicari pencerahannya rasanya hampir stres. Tapi karena keyakinan bahwa dengan barokahnya merawat orang tua, kerja keras, belajar, serta yakin pada Allah maka akhirnya menemukan solusi atas apa yang saya cari. Tepat 6 hari (sebelum batas waktu seminggu) jawaban itu telah ku temukan. Mungkin itu cerita yang absurd dan aneh, tapi bagi saya itu adalah bukti kekuasaan Allah. Barangsiapa bersungguh-sungguh, maka ia akan mencapainya. Hanya ingin menulis cerita ini, supaya di kemudian hari saya selalu ingat untuk melibatkan Allah dan husnudzon.

Buku Harian Sang Profesor 21

No one knows what in your deep heart. Meskipun kamu tidak terlahir dari keluarga yang kaya dan memiliki segalanya. Itu bukan alasan supaya kamu tidak sukses. Kamu harus sukses, untuk membuat keluargamu bahagia.  Hampa, ya kadang itu yang ku rasa. Bukan karena tak ada Tuhan di dalam hati. Hanya saja terkadang butuh tempat untuk bercerita. Bukan bergantung, tapi rasa resah yang dirasa akan lega setelah menceritakannya. Memang tidak segalanya harus diceritakan, namun beberapa bagian dari hidup perlu dibagikan. Setidaknya sebagai kenangan dan pelajaran.