Skip to main content

Posts

Showing posts from August, 2018

Buku Harian Sang Profesor (3)

Bagiku, merindukanmu adalah anugrah. Mengagumi mu adalah berkah. Mencintaimu begitu indah, dan balasan dari rasa itu adalah senyum cerah. Aku hanya ingin merindukanmu saat ini, entah jika berlanjut sampai nanti. aku tidak tau, dan tidak akan mampu mengatur rasa dalam hatiku. yang memenuhi hatiku saat ini hanyalah kamu, tak tau apakah bertahan lama atau hanya singgah sebentar saja. aku yakin bahwa kamu pantas untuk ku perjuangkan, kamu lebih dari istimewa. dahulu aku sempat ragu, namun keraguan itu sirna saat pertama kali kau menyapa, terasa bersahabat dan begitu memikat. semua yang ku tulis masih tentang kamu dan bertema rindu. entah kapan rindu ini akan berakhir ataukah mungkin pula rasa ini kan terkilir, dengan perlahan rasa ini akan semakin mahir menguasai seluruh jiwa baik batin maupun lahir. Yang aku inginkan saat ini hanyalah berjuang, agar bisa bertemu denganmu di masa yang akan datang. Aku berusaha menahan rasa ini, namun ternyata justru aku yang dikuasai. aku tidak mampu berbu...

Buku Harian Sang Profesor 2

Tanpa menjauh pun kau sudah jauh dariku. dan jika aku berusaha mendekat pun tetaplah jarak tak mampu ku lalui. Aku sadar jarak kita bagai langit dan bumi. Namun percayalah rasa yang ku miliki setulus hati. Aku tak ingin membuatmu sakit dan menjerit, Aku hanya ingin kau bahagia. Bersama siapapun itu, aku akan rela. karena bagiku cinta adalah rasa yang harus dijaga, tak boleh disalah guna. Aku percaya pada takdir Yang Kuasa. Dia tak akan salah menaruh rasa. Dan prinsip, bahwa cinta harus memiliki, jika tak dimiliki maka jangan dicintai, karena itu akan menyakiti hati orang yang mencintai kita. Jikalaupun aku tak pernah mampu memilikinya secara nyata, setidaknya aku bisa merangkul dan memilikinya melalui doa-doa. Tersenyumlah, karena senyummu adalah kekuatan bagiku. Jangan pernah kau menangis, jikalaupun kau terpaksa menangis, maka biarkan aku menjadi orang yang akan menghapus air mata itu. Dan kalaupun aku tak mampu menghapusnya, maka izinkan aku memelukmu melalui doa. rasa yang ku puny...

Buku Harian Sang Profesor

aku bisa apa jika kau tak pernah menganggapku istimewa. aku bukan siapa-siapa bagimu, hanya teman sekaligus kenangan dalam kehidupanmu yang masih panjang. mencoba tidak cemburu sungguh aku tak mampu, hatiku amat ragu saat memutuskan menjauh darimu karena aku tau tanpa aku menjauh pun jarak diantara kita sudah begitu sulit tuk ditempuh. aku tak mampu lagi bertahan saat kamu lebih akrab dengan orang lain, sungguh hatiku tak bisa menerima saat ada orang yang lebih kau suka. namun aku yakin, hatimu tak kan mungkin berpaling. jikalaupun hatimu memilih yang lain, maka aku akan rela. asal kau bahagia saja bersamanya itu sudah cukup membuatku jiwaku jatuh dan hatiku rapuh. hatiku hanya satu, dan kulabuhkan kepadamu, meski tak seutuhnya aku meminta dan kau menerima tetapi yang namanya jiwa pasti akan kecewa jika yang dicinta bersama orang lain yang jauh disana. 19:31:12 ‎01 ‎Agustus ‎2018

SEJARAH MADRASAH ALIYAH AL HIDAYAH LAJUKIDUL SINGGAHAN

Madrasah Aliyah Al Hidayah Lajukidul Singgahan Tuban, terletak di Jl. KH. Muhyiddin No. 356 62361 yang terletak di Desa Lajukidul Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban 62361 dan berdampingan dengan beberapa Madrasah dan Sekolah lain seperti MTs Al Hidayah, MI Al Hidayah, MADIN Al Hidayah, Pon. Pes Al Anwar, Pon. Pes Riyadlul Mubtadiin, Pon Pes Al Hidayah, Pon. Pes Zainal Muttaqin dan SMP As Syafi’iyah serta SDN Lajukidul dan ada lagi TPQ serta TK Al Hidayah, dimana pendirian Madrasah Aliyah Al Hidayah Lajukidul Singgahan Tuban mempunyai sejarah yang panjang. Sejarah berdirinya Madrasah Aliyah Al Hidayah Lajukidul Singgahan Tuban tidak bisa lepas dari jasa dan peranan para tokoh pendiri Madrasah Aliyah Al Hidayah Lajukidul Singgahan Tuban, yaitu; Bapak KH. Zawawi As’ad (Lajukidul)/(Alm) Bapak KH. Kusairi  (Mulyoagung)/(Alm) Bapak K.H. Sa’di Abdullah (Tanggir)/(Alm) Bapak H. Yamu (Lajukidul)/(Alm) Bapak H. Hambali (Lajo Lor)/(Alm) Bapak H. Abd. Wahab (Tunggulrejo) Bapa...

jika pun harus patah

Sesekali aku ingin mengenangmu lagi. Mengingat-ingat kembali, bahwa dulu pernah ada bahagia yang berakhir luka. Aku yang dulu pernah mencintaimu dengan sangat dalam. Aku yang dulu pernah begitu percaya, bahwa kau akan menjadi alasan bahagia satu-satunya. Aku pernah menanam banyak doa-doa di dadamu. Memupuknya agar terus tumbuh dan semakin bertambah. Dengan tabah kujaga hatiku untukmu. Namun ternyata kau enggan merawatnya, kau memilih melepas paksa hatiku demi dia yang demikian kau cintai. Aku pernah mempertaruhkan hidupku hanya untuk tetap berada di hadapmu. Bahkan saat kau tak lagi peduli dengan apa saja yang aku hadapi. Aku tetap saja ingin selalu memperjuangkanmu. Waktu itu bagiku,  kau pernah begitu berarti –seseorang  yang dengan sangat kuharapkan membalas perasaanku. Orang yang tak lagi ingin kuganti dengan yang lain. Namun akhirnya kau tetap memilih orang lain. Aku kira patah hati tak pernah mampu membuatku jatuh cinta lagi. Sebab, begitu banyak doa yang kupercaya menj...