Skip to main content

Posts

Buku Harian Sang Profesor - 14

Selamat pagi.... Udara pagi ini terasa sejuk karena kamu tidak lagi merajuk. Aku memiliki kekuatan berlipat ganda saat kamu merasakan hal yang sama. Sungguh, jatuh cinta membuat seseorang semakin bahagia. Pagi ini aku masih sendiri, sebab tidak ada kamu yang menemani. Kepingan hati yang pernah patah kini sudah kurangkai dengan tabah. Ketika nanti kamu hadir lagi, kuharap yang kau bawa bukan duri. Semoga suatu saat nanti kamu membawa cinta yang melegakan jiwa Kicauan merdu burung masih kudengar dan embusan angin masih terasa segar. Semoga keadaan ini mampu membuat diriku tegar menghadapi hati yang berdebar-debar. Kesunyian jiwa semakin melalang buana, mencari kekuatan hati yang sesungguhnya. Hari telah berlalu dan hatiku masih menyimpan rindu untukmu. Jika kamu tidak keberatan, izinkan aku menyebut namamu dalam do'a supaya rindu ini tersampaikan dengan sempurna. Sinar mentari mampu menghangatkan diri yang kedinginan, dan cahayanya mampu menyinari dengan terang. Semoga aku...

Buku Harian Sang Profesor - 13

Ada kisah yang tidak perlu diungkap, ada rasa yang tidak harus terjawab. Sejujurnya ada gelisah saat kamu tidak lagi bisa kulihat, ada rindu saat kamu tak lagi dekat. Semua hal tentang kamu membuatku selalu ingin bertemu, namun sadar siapa aku hanya teman dalam semu. Aku mampu bertahan lama karena kamu adalah ujung dari sebuah rasa. Senja tak selalu menghangatkan, dan rindu tidak selalu tersampaikan. Secepatnya aku akan pergi dari rasa yang tidak kau hargai, aku juga menyadari bahwa mencintai tanpa dicintai adalah sakit yang menyiksa hati.  Aku selalu merangkai kalimat sederhana supaya suatu saat nanti ketika aku telah tua, aku punya karya untuk dikenang meskipun karya itu tidak diterbitkan. Waktu muda adalah waktu yang sangat berharga, aku tidak ingin membuangnya untuk hal yang percuma. Selagi bisa, akan kulakukan sekuat tenaga. Teruntuk kawan-kawan yang pernah patah hatinya, tetaplah semangat! Akan ada banyak perban untuk menutup luka, hanya saja kamu harus berusaha mencarin...

Buku Harian Sang Profesor - 12

Aku adalah makhluk yang lemah, namun selalu berusaha untuk berbenah Menyukaimu butuh hati yang tabah, sebab cinta tidak selamanya indah Berulang kali hatiku patah, namun pasti akan tumbuh dan merekah Aku percaya Tuhan punya rencana indah dibalik susah dan gundah Sinar mentari diawal pagi mengisyaratkan harap dan kekuatan Kicauan merdu burung kenari hangatkan hati yang kesepian Rembulan malam dalam sunyi meneduhkan jiwa dikegelapan Embusan angin senja hari menerbitkan syair-syair kerinduan Kuharap rindu ini tidak kurasakan seorang diri, semoga kamu mengerti apa yang kurasa saat ini Getaran hati yang merisau sebab disini tak ada engkau, harapan adalah kekuatan.  Aku percaya Allah Maha Sempurna dalam Membuat Alur Cerita Salam rindu, Seseorang yang mengharapkanmu Prof.

Pancasila sebagai Sistem Etika dengan Nilai Ketuhanan didalamnya

  Pancasila sebagai system etika. Pancasila sebagai system etika berarti Pancasila adalah sumber atau pedoman masyarakat dalam hidup berbangsa dan bernegara. Didalam Pancasila sebagai system etika, ada beberapa nilai yang terkandung, salah satunya nilai ketuhanan. Nilai ketuhanan merupakan pokok dari nilai-nilai yang lain. Mengapa demikian? Karena apapun yang kita lakukan pastilah harus sesuai dengan perintah Tuhan dengan pedoman agama atau keyakinan. Pandangan hidup dengan berdasar nilai ketuhanan berarti bahwa ketika kita melakukan pelanggaran aturan atau hokum agama, maka kita dianggap buruk.

Buku Harian Sang Profesor 11

Tidak ingin melakukan apapun bukan berarti mager, terkadang kita perlu mager dalam keburukan. kita tidak pernah tau apa yang mereka pikirkan tentang kita. kita hanya perlu belajar saling percaya ketika salah satu diantara kita tak lagi bersama.

Quotes Keren