Skip to main content

Posts

Buku Harian Sang Profesor 37

Awal yang dimulai dengan baik-baik saja, mari kita akhiri dengan baik pula. Tidak peduli sekuat apapun aku berusaha, jika kamu tidak menginginkannya maka usaha yang kulakukan sia-sia. Barangkali yang kita usahakan tidak menemui ujung sesuai yang diharapkan, izinkan aku mundur dengan perlahan. Kamu teruslah mengejar apa yang kamu inginkan, pun dengan aku akan menjalankan misi yang menjadi pilihan. Selamat sama-sama berjuang, terima kasih untuk selalu bersedia menguatkan. Kamu hebat, pun dengan diriku. Kita hebat pada porsi masing-masing.

Buku Harian Sang Profesor 36

Selalu ada jalan bagi setiap orang yang ingin berjuang. Meski jalan itu terjal, penuh bebatuan bahkan semak belukar sekalipun, itu tetap sebuah jalan. Menjadi tanggung jawab kita untuk bisa melalui jalan tersebut. Maka bawalah senjata untuk melaluinya, senjata itu bernama ilmu (bukan hanya intelektual, tetapi emosional dan spiritual bawalah juga). Tuhan selalu baik, pada apapun. Semua yang diciptakan-Nya memiliki nilai dan makna. Untuk memahaminya, kadang perlu waktu yang cukup lama. Sehingga sesekali juga lupa bahwa segala kebaikan berasal dari-Nya.

Buku Harian Sang Profesor 35

Aku suka pada bintang. Memandangnya hadirkan rasa tenang. Meski jauh di langit, Ia menyembuhkan rasa sakit. Terima kasih telah menginspirasi. Dalam lubuk hati selalu ada secuail celah untuk kau tempati. Jika aku hancur dalam pertempuran, ku harap kau bisa melanjutkan hidup dengan nyaman. Bersinarlah seperti biasa, terangi setiap gelap di sekitarmu. Kamu pelangi yang indah, dan aku menyukai itu.  Berbahagialah, aku pamit undur diri. Aku kalah dalam perjuangan mendapatkanmu. Sampai berjumpa di kehidupan berikutnya.

Buku Harian Sang Profesor 34

Bagaimana aku memaksa, bukankah cinta adalah misteri dan penuh rahasia. Mau galau sampai tujuh purnama pun tak akan mengubah rasa yang ada dalam hati kita. Tetapi aku senang, apapun yang aku rasa akan ku nikmati dengan saksama. Meskipun patah dan perih, aku merasa indah sebab itu pertanda dalam diriku masih memiliki hati. Aku senang menikmati rindu ini. Akan ku nikmati hingga rasa dalam hati berganti. sudahlah aku menerima segala tentangmu, termasuk kenyataan kau bukan milikku. haha Just want to say that you're incredible person. Nice person maybe.

Buku Harian Sang Profesor 33

Ku biasakan untuk biasa saja saat melihatmu, mencoba menundukkan pandangan pada setiap hal yang menggetarkan rasa, termasuk kamu salah satunya. Allah lebih tahu mana yang terbaik untukku.  Ketika dunia menjatuhkanku pada sebuah rasa, ku pikir itu adalah jebakan. Jika bisa melaluinya dengan benar maka aku bisa selamat, namun kadang bisa membuat sekarat. Doa yang ku pinta kini ialah semoga semua baik-baik saja, bukan hanya untuk diriku ataupun dirimu. Karena aku sadar manusia adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Jika suatu saat ditakdirkan untuk hidup bersama sebagai pasangan, semoga Tuhan selalu meridhoi kita dalam setiap detik kehidupan. Namun jika tidak ditakdirkan untuk bersama, semua akan ku lepas dengan lapang dada. Aku tidak pernah memaksa, tidak pula mengharuskan takdir Tuhan sesuai kehendak kita. Oleh karenanya aku tidak ingin menyukaimu secara berlebihan. Ku biarkan saja semua mengalir apa adanya, sehingga kalau di masa depan bukan kamu pasanganku tiada hati ya...

Buku Harian Sang Profesor 32

Fase hidup, kadang indah kadang indah banget. Kadang pingin saja menikmati galau dan masa-masa sakit. Bukan tidak bersyukur, tetapi berdamai dengan apa yang terjadi akan menambah ketenangan hati. Menerima segala yang diberikan Tuhan adalah keputusan terkeren yang selalu ku usahakan. Sesekali galau, merengkuh sendu beralaskan pilu. Sungguh masa yang membuatku bahagia, ketika teringat luka namun ternyata aku berhasil melaluinya. Terima kasih Tuhan, Alhamdulillah. Terima kasih diriku sendiri. Everything will be okay, just go ahead.

Buku Harian Sang Profesor 31

Kita tidak bisa memaksa cinta ini tumbuh untuk siapa. Hanya bisa mengelola setiap rasa yang hadir agar tidak jatuh dalam lorong dosa. Ketika kita percaya takdir terbaik Yang Maha Kuasa, cinta sejati akan menyertai dan hadir bersama. Setiap apa yang kamu anggap baik, usahakan tidak terlalu menggenggamnya. Sebab baik dan buruknya suatu hal tolok ukur paling benar adalah Tuhan.  Aku hanya ingin bercerita, perihal cara mengelola rasa agar tiada orang yang curiga. Tetapi cerita di lain waktu saja ya, haha.  Ingin menyemangatimu, good luck yea. Untuk segala hal baik semoga mengiringi dan bersamamu.