Skip to main content

Posts

Buku Harian Sang Profesor 39

Diriku telah terlatih tidak lagi menjadikanmu dambaan hati. Sekarang semua ku anggap biasa saja. Bertemu dan melihat dirimu, kini ku biasakan untuk biasa. Sedari dulu memang kita tidak pernah saling intens berkomunikasi. Hanya sekadar berbagi komentar terhadap apa yang kita capai. Tidak banyak momen tentang kita. Aku percaya takdir Tuhan yang terbaik. Sudah itu saja.  Jika memang kita tidak ditakdirkan untuk bersama, sekeras apapun aku meminta hanya hikmah yang tertuang nyata. Sepertinya aku terlampau mengharapkanmu sehingga hatiku sempit pada cinta lain yang mencoba masuk. Ku biarkan hati itu kini sunyi. Tidak penting, dan aku sudah terbiasa untuk biasa saja. Tetaplah tumbuh dan berkembang. Mari sama-sama menjadi manusia yang bermanfaat. Pada akhirnya kita hanya akan mengenang. Terima kasih telah menginspirasi. Semoga hidupmu penuh berkah dan setiap langkahmu dalam ridho Allah.

Buku Harian Sang Profesor 38

 Tahukah kamu bahwa merindukan seseorang yang telah pergi ke dunia lain selamanya adalah rindu yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Kadang jika kita merindukan seseorang masih dapat melihatnya, mendengar suaranya, dan bahkan bisa mengunjunginya untuk berjumpa. Namun ketika kita merindukan seseorang yang telah berbeda alam dengan kita, hanya doa dan harapan semoga Allah pertemukan dalam kebaikan di akhirat kelak. Karena rindu yang demikian adalah rindu yang tiada seorangpun dapat bertemu. Selamat best, kamu telah melewati hari-hari indah di sana. Kamu pergi tanpa membawa cela. Aku hanya menangis karena tidak bisa lagi mengajakmu bertukar sapa. Aku tahu kamu pergi membawa kebaikan, sehingga tiada kekhawatiran bagiku tentangmu. Aku hanya khawatir jika tak bisa menyusulmu di jalur yang benar dan sesuai. Dulu aku punya impian bersamamu menjelajah dunia. Pun sekarang mari kita wujudkan bersama, kamu menjelajah di sana dan aku menjelajah di sini. Mari wujudkan mimpi kita, meskipu...

Buku Harian Sang Profesor 37

Awal yang dimulai dengan baik-baik saja, mari kita akhiri dengan baik pula. Tidak peduli sekuat apapun aku berusaha, jika kamu tidak menginginkannya maka usaha yang kulakukan sia-sia. Barangkali yang kita usahakan tidak menemui ujung sesuai yang diharapkan, izinkan aku mundur dengan perlahan. Kamu teruslah mengejar apa yang kamu inginkan, pun dengan aku akan menjalankan misi yang menjadi pilihan. Selamat sama-sama berjuang, terima kasih untuk selalu bersedia menguatkan. Kamu hebat, pun dengan diriku. Kita hebat pada porsi masing-masing.

Buku Harian Sang Profesor 36

Selalu ada jalan bagi setiap orang yang ingin berjuang. Meski jalan itu terjal, penuh bebatuan bahkan semak belukar sekalipun, itu tetap sebuah jalan. Menjadi tanggung jawab kita untuk bisa melalui jalan tersebut. Maka bawalah senjata untuk melaluinya, senjata itu bernama ilmu (bukan hanya intelektual, tetapi emosional dan spiritual bawalah juga). Tuhan selalu baik, pada apapun. Semua yang diciptakan-Nya memiliki nilai dan makna. Untuk memahaminya, kadang perlu waktu yang cukup lama. Sehingga sesekali juga lupa bahwa segala kebaikan berasal dari-Nya.

Buku Harian Sang Profesor 35

Aku suka pada bintang. Memandangnya hadirkan rasa tenang. Meski jauh di langit, Ia menyembuhkan rasa sakit. Terima kasih telah menginspirasi. Dalam lubuk hati selalu ada secuail celah untuk kau tempati. Jika aku hancur dalam pertempuran, ku harap kau bisa melanjutkan hidup dengan nyaman. Bersinarlah seperti biasa, terangi setiap gelap di sekitarmu. Kamu pelangi yang indah, dan aku menyukai itu.  Berbahagialah, aku pamit undur diri. Aku kalah dalam perjuangan mendapatkanmu. Sampai berjumpa di kehidupan berikutnya.

Buku Harian Sang Profesor 34

Bagaimana aku memaksa, bukankah cinta adalah misteri dan penuh rahasia. Mau galau sampai tujuh purnama pun tak akan mengubah rasa yang ada dalam hati kita. Tetapi aku senang, apapun yang aku rasa akan ku nikmati dengan saksama. Meskipun patah dan perih, aku merasa indah sebab itu pertanda dalam diriku masih memiliki hati. Aku senang menikmati rindu ini. Akan ku nikmati hingga rasa dalam hati berganti. sudahlah aku menerima segala tentangmu, termasuk kenyataan kau bukan milikku. haha Just want to say that you're incredible person. Nice person maybe.

Buku Harian Sang Profesor 33

Ku biasakan untuk biasa saja saat melihatmu, mencoba menundukkan pandangan pada setiap hal yang menggetarkan rasa, termasuk kamu salah satunya. Allah lebih tahu mana yang terbaik untukku.  Ketika dunia menjatuhkanku pada sebuah rasa, ku pikir itu adalah jebakan. Jika bisa melaluinya dengan benar maka aku bisa selamat, namun kadang bisa membuat sekarat. Doa yang ku pinta kini ialah semoga semua baik-baik saja, bukan hanya untuk diriku ataupun dirimu. Karena aku sadar manusia adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Jika suatu saat ditakdirkan untuk hidup bersama sebagai pasangan, semoga Tuhan selalu meridhoi kita dalam setiap detik kehidupan. Namun jika tidak ditakdirkan untuk bersama, semua akan ku lepas dengan lapang dada. Aku tidak pernah memaksa, tidak pula mengharuskan takdir Tuhan sesuai kehendak kita. Oleh karenanya aku tidak ingin menyukaimu secara berlebihan. Ku biarkan saja semua mengalir apa adanya, sehingga kalau di masa depan bukan kamu pasanganku tiada hati ya...