Skip to main content

Posts

Buku Harian Sang Profesor - 55

Pesan untuk Ibu yang tidak berani kusampaikan secara langsung. Aku percaya jika ada orang yang paling dan harus kita hormati dan muliakan adalah Ibu. Aku berharap suatu saat nanti Ibuku sempat membaca tulisan ini, jika beliau tahu aku sangat menyayanginya. Aku tidak berani selalu dekat karena takut lisan dan perilaku dariku menyakiti beliau. Bismillah, sedang mengusahakan kebahagiaan dan kemuliaan untuknya. Aku selalu senang ridho darinya selalu mengalir untukku, doa untuk bahagia dan sehatnya selalu ku layangkan pada Tuhan. Hiduplah dengan bahagia, Bu. Aku tidak pernah menuntutmu untuk apapun itu, hanya doa kebaikan dan ridho di jalan kebenaran.  Jalanilah hidupmu dengan bahagia, melihatmu sehat dan bahagia adalah suatu sukses bagiku meski bukan aku yang membuatmu begitu. Maaf jika ada hal-hal yang tidak atau belum bisa ku penuhi, doakan saja yang terbaik untukku. Saat waktunya tiba, doa-doa baikmu akan berbuah indah.  Bismillah untuk semua hal baik yang sedang diusahakan, da...

Buku Harian Sang Profesor - 54

Saat ini pukul 23.01 WIB, saya melihat live international space station (ISS). MasyaAllah Tabarakallah, luar biasa sekali kuasa Mu Ya Allah. Sungguh, semakin mengetahui banyak hal semakin kagum kepada Mu Ya Rabb. Alhamdulillah, semoga suatu saat nanti Engkau mampukan hamba untuk keliling dunia dalam rangka menuntut ilmu sekaligus tadabbur alam semesta. Saya percaya bahwa Engkau Maha Besar dan keinginan-keinginan saya tersebut tentu mudah sekali untuk Engkau kabulkan, maka dengan ridho Mu hamba akan berusaha. Bismillahirrohmanirrohiim.

Jika kita masih menjadi manusia biasa?

Sering kali kita berpikir tentang apa yang belum terjadi dan mengkhawatirkan masa depan. Menurut saya, itu adalah hal yang wajar bagi orang yang masih merintis hidupnya. Kekhawatiran tersebut muncul secara alami, sebagai naluri seseorang yang belum melihat kejelasan dalam apa yang diusahakan. Namun, dalam kondisi tertentu, keadaan tersebut sangat mengganggu. Maka saya mau mencoba berbagi tips untuk mengatasi hal ini, (disclaimer: tulisan ini saya tujukan pada diri sendiri). Pertama, yakinlah bahwa kamu sudah berusaha semaksimal yang kamu bisa. Kedua, hal yang bukan menjadi ranah kita biarlah diatur Yang Mahakuasa. Hiduplah hanya untuk Tuhan, jalani apa yang diperintahkan, jauhi apa yang dilarang, selalu meminta dalam genggaman-Nya.  Awali semua dengan Bismillah dan akhiri semua dengan Alhamdulillah. Surabaya, 3 Agustus 2026 (01.18 AM) Dewi Nur F

Buku Harian Sang Profesor - 53

Sudah lama saya tidak menulis di blog ini, rasanya kegiatan cukup padat. Bersyukur karena selalu diberikan kebaikan oleh Allah. Beberapa bulan terakhir ini saya sedang fokus mengerjakan suatu hal, semoga Allah lancarkan. Kalau nanti sudah selesai apa yang saya kerjakan, akan saya bagikan ceritanya di blog ini. Untuk saat ini, saya ingin menulis beberapa hal tentang beberapa orang (hehe). Di proses kuliah S2 kini, saya bertemu beberapa orang. Aku ingin mengisahkan tentang mereka, namun tentu aku perlu izin dari mereka terlebih dahulu sehingga sekarang saya cuma bisa mengatakan bahwa "banyak orang baik yang saya temui, dan mereka memiliki pola yang sama, yaitu selalu mau belajar ". Note: emang saya gapernah konsisten kalau menulis "saya/aku", karena sekarang aksen saya jadi agak mix dengan tempat perantauan di sini (hehe).

Buku Harian Sang Profesor - 52

Alhamdulillah, sudah menginjak pertengahan semester 2 kuliah magister. Yang pertama kali ingin saya ucapkan adalah rasa syukur yang begitu besar terhadap semua yang telah diberikan Tuhan. Tuhan yang memampukan saya untuk berada sampai di titik ini. Sekarang hanya ingin menjalani dengan hati tenang dan berpasrah sembari berusaha.

Buku Harian Sang Profesor - 51

I am still try to achieve my dreams, no matter what I'll always trying to be. Bismillah, I know maybe it's not good as I am expected, but Allah with everyone who always trying to be better. Aku menulis ini pada sore hari pukul 15.55 setelah hujan reda di Kota Surabaya. Mungkin 4-7 tahun lagi aku akan merindukan tempat ini, Kota ini dan segala isinya. Mungkin aku telah berpindah kota atau bahkan tidak lagi di Indonesia, namun cintaku pada Indonesia semoga tetap menyala. Alhamdulillah, jadi yang ku rahasiakan di tulisan-tulisan sebelumnya adalah aku sedang mendaftar beasiswa LPDP. Belajar mulai dari TOEFL, buat essai, mock up interview, latihan seleksi bakat skolastik, dan lain-lain. Itu adalah kenangan indah dalam perjuanganku, terima kasih semua pihak yang telah mendukung. Sekarang aku kuliah S2 di ITS semester 1, Bismillah semoga lulus tepat waktu dan dapat nilai yang bagus dan terbaik menurut Allah.

Buku harian Sang Profesor-50

Creating new post on my hectic day, hehehe I just want to make my journey happy and healthy. Hari ini pekan ke-7 kuliah S2 (sepertinya), Bismillah apapun yang terjadi kita jalani dengan tulus hati. Allah yang akan membawa kita menjadi orang berguna dan bermartabat.

Buku Harian Sang Profesor - 49

Saat ini aku sedang mempersiapkan diri untuk memulai. Semoga keluarga dan orang-orang tersayangku menerima dan ikhlas dengan keputusan yang ku pilih. Setiap keputusan yang diambil pasti memiliki konsekuensi, tetapi juga memiliki tujuan. Mari fokus pada tujuan tersebut. Bismillah, sesuatu yang diawali dengan husnudzon dan percaya pada Allah pasti akan berakhir indah dan bahagia, kalau tidak demikian pasti lebih indah dan lebih bahagia. Allah SWT tahu yang terbaik untuk kita, hamba Nya. Aku selalu berusaha menuliskan hal-hal positif di hidupku, barangkali hal baik yang tidak ku lihat bisa saja itu yang dilihat Tuhan. Stay strong, tetap berusaha diiringi doa ditutup dengan tawakkal.

Buku Harian Sang Profesor - 48

Selamat siang, teman yang membaca postingan ini semoga kamu sehat dan bahagia. Alhamdulillah, segala yang ku usahakan sejak lulus kuliah S1 tahun lalu berbuah indah. Sesuatu yang ku usahakan mulai dari tes TOEFL bulan April lalu berbuah manis. Memang di perjalanan terdapat bimbang dan redup semangat, tetapi Tuhan selalu memberikan hal positif untuk tetap menyalakan api semangat dalam diriku. Ya teman aku sedang mengusahakan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan magister. Alhamdulillah tiga tahapan telah ku lalui dan dinyatakan lolos substansi. Sekarang aku menyandang status sebagai calon penerima beasiswa (CPB), Bismillah tahun depan sudah dapat LoA Unconditional sehingga bisa mendaftarkan diri di persiapan keberangkatan (PK) dan segera memulai perkuliahan. Nanti jika aku sudah mendapat LoA Unconditional akan ku ceritakan lagi kisahku. Jika tidak dibaca orang lain, minimal untuk ku baca sendiri di kemudian hari. Supaya aku ingat bahwa hidup akan terus berjalan bagaimanapun keadaannya. ...

Hindi Song - Mann Jo Giyaa (Arijit Singh)

Man jo giya jo giya, ik tu hi jog hai mera..  Dil ho gayaa, rogiyaa, aur tu hi rog hai mera.. (×2) Umar bhar main teri, parwaah karun.. Ke marr jaoon jo tujhe, ruswa karun.. Tu sapne dekhe jinhe main, poora karun.. Ke ab toh Rab bhi hai dooja, pehlaa hai tu.. Neh ka dhaaga, jo laaga yun, Naa tod jaana tu.. Naa chhod jaana tu.. Naa chhod jaana tu.. (×2)  Tere bina main, mere bina tu.. Jachataa nahi.. Dil pe jo naam, aur koi.. Rachataa nahi..(×2) Haan sang tera zaroori hai, Naa ab manzoor doori hai.. Mere hansne pe rone pe, Haq bus hai tera.. Ke har Subha dekhun main, chehra tera.. Tu saansein ban jaa main dhadkoon, dil ki tarah.. Haan meri palkon se ojhal, hona tu naa.. Ke tujhko dekhe bina naa, reh paunga.. Mann jo giyaa jo giyaa, ik tu hi jog hai ............ (×2)  Neh ka dhaaga, jo laaga yun, Naa tod jaana tu........... (×2) Translation Whatever I have gone through, you are the only one who is good for me.. My heart has become sick, and you are my disease.. (×2) I will ...

Buku Harian Sang Profesor - 47

Aku menunggumu di tengah derasnya hujan, namun kau memilih berteduh di keheningan. Tapi ini bukan tentang hujan. Sore ini saya masih bekerja di tempat yang sama seperti kemarin. Mungkin suatu saat nanti saya akan bekerja di tempat yang berbeda. Tetapi saya ingin mengabadikan setiap kenangan ini dalam sebuah tulisan. Supaya jika suatu saat nanti saya membacanya kembali jadi teringat bahwa hidup adalah perjuangan. Menjadi manusia seperti apapun tidak masalah, asalkan tetap berpegang pada prinsip kemanusiaan. Nasihat untuk diriku,  tetaplah bersyukur, Tuhan tahu yang terbaik untukmu.

Buku Harian Sang Profesor - 46

Saat ini saya sedang bekerja di kantor tetapi menyempatkan diri untuk menulis sesuatu di sini. Saya tahu pekerjaan sedang banyak namun dengan menulis di sini saya pikir akan mengurangi kecemasan dan beban dalam hati. toh, pekerjaan saya yang lain telah selesai. Melalui tulisan ini, harapan saya suatu saat nanti ketika membacanya kembali teringat dengan usaha dan hal baik yang bisa menjadi semangat. Tidak sering memang, tetapi dengan sesekali menulis kisah hidup saya akan terus bersyukur karena telah berjalan sejauh ini. Setiap yang saya lalui adalah pelajaran, tidak semua saya suka tetapi semuanya memberikan makna. Terima kasih kepada orang-orang baik di sekitar saya. Suatu saat nanti ketika saya di puncak kesuksesan, tolong ingatkan bahwa diri ini pernah susah dan kamu adalah teman yang setia menemani. Terima kasih sudah menjadi saksi dan teman dalam perjalanan hidup saya. Semoga kalian yang membaca sehat nan bahagia. Salam, Dewi Nur Fauziyah

Telugu Song - Aradhya (Movie name : Kushi)

A Breakdown of the Lyrics and Their Meanings: "you're my sunshine, you're my moonlight, you're star in the sky, come with me now" : This is a universal expression of love, comparing the beloved to celestial bodies and expressing a deep longing for their presence. "naatho raa neela raa aradhya" : This line translates to "Come with me, my blue-eyed one, my beloved". It is a direct call to the lover. "padhamu nee vaipila, parugu needhe kadha" : This means "My steps are towards you, my run is only towards you". It signifies a deep devotion and yearning for the beloved. "thanuvu thera meedhuga, cheruko twaraga" : This translates to "Come quickly on a feather-light body". It's a poetic way of asking the beloved to come quickly. "manasara chelithara na gundeni" : This line means "You have stolen my heart". It expresses the intensity of love and the sense of being captivated by the beloved...

Buku Harian Sang Profesor - 45

Sudah lama tidak menulis sesuatu di blog ini. Alhamdulillah masih ingat kalau punya blog. Kemarin, tanggal 19 September saya melakukan tes substansi untuk salah satu beasiswa yang saya lamar. Harapannya semoga lolos dan diterima jadi awardee. Bismillah, husnudzon saja. Kata Bapak, kalau memang itu ditakdirkan untukmu pasti kamu akan lolos. Tuhan lebih tahu yang terbaik bagi kita. Pandangan kita terbatas, mungkin hanya 5 - 10 tahun ke depan yang kita pikirkan, tetapi Tuhan yang mengatur segalanya bahkan sebelum kita lahir di dunia. Bisa sampai di tahap wawancara adalah hal yang luar biasa, saya bersyukur telah melaluinya. Semoga ke depan jadi semakin sabar dan tabah, selalu mampu bangkit dari keterpurukan. Dan selalu bersyukur dalam setiap keadaan. Good night, semoga bahagia dan tenang hati kita. Your love, Dewi Nur Fauziyah

Buku Harian Sang Profesor - 44

Jika ada yang mengatakan aku tidak rindu, maka itu bohong. Aku senang dan selalu bangga pada almamaterku saat bersekolah. Aku senang bisa melalui proses yang indah, barangkali tidak semua orang merasakannya. Aku memang tidak bersekolah di sekolah negeri dan unggulan, tetapi Aku percaya di setiap lembaga pendidikan selalu ada keistimewaan tersendiri. Di Madrasah ini Aku dulu ditempa, pertama kali mengenal organisasi dan memberanikan diri belajar menjadi pemimpin. Hal-hal asyik dan penuh getir ku lalui di sini. Tidak ada kata yang dapat menggambarkan betapa aku bangga, pada almamater yang telah membesarkan dan mendidikku. Terima kasih Bapak dan Ibu guru, barangkali Aku tidak bisa bertemu dan selalu menyapa tetapi doa baik selalu menyertai kalian semua. Semoga selalu sehat dan diberi hati yang ikhlas serta lapang menerima setiap takdir Yang Maha Kuasa. Tetaplah didik kami generasi penerus bangsa. Bimbing kami agar tidak tersesat di dunia yang berliku jalannya. Yang selalu menyayangi dan m...

Buku Harian Sang Profesor - 43

Rasanya gimana gitu, kenapa? karena kehidupan tidak hanya berisi yang sesuai rencana. Ada hal-hal yang kadang melenceng dari perkiraan kita. Tugas kita adalah bersyukur dan merasa bahagia terhadap apa yang kita terima dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Belajarlah hingga jauh, hingga kamu menemukan kehidupan yang selama ini engkau dambakan. Teruslah tumbuh dan berkembang, belajarlah dari kesalahan dan orang lain. Guru terbaik kehidupan adalah pengalaman. Tidak apa terluka asal pada akhirnya kau bahagia.

Buku Harian Sang Profesor - 42

Hari Minggu kemarin (21 April 2024) saya ikut Test of English as a Foreign Language (TOEFL) setelah kurang lebih 6 bulan belajar otodidak. Saya tidak menyesal harus belajar lebih lama, karena memang sejatinya untuk memahami sesuatu yang kita pelajari memerlukan waktu dan setiap orang lamanya berbeda. Saya bersyukur karena bertemu orang baik yang membantu biaya fee nya. Meskipun kata orang-orang terjangkau, bagi saya kaum ekonomi menengah ke bawah itu tetaplah mahal.  Nilainya not bad lah sebagai pemula yang tanpa mengikuti kursus pembelajaran intensif. Bagi saya, berapapun nilainya itulah yang terbaik saat ini.  Saya melakukan tes tersebut bukan semata karena gabut , memang sengaja saya usahakan untuk suatu hal. Akan saya beritahu di postingan nanti ketika hal tersebut telah tercapai.  Selamat malam teman-teman, lama saya tidak update di blog ini. Belajar, menikmati hidup dengan segala yang tersaji di depan mata, mengusahakan hal-hal baik dan cita-cita mulia. Di postingan...

Buku Harian Sang Profesor - 41

Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita. Namun tugas kita tetaplah berusaha. Setidaknya itu yang bisa kita lakukan saat ini. Berdoalah, meminta pada yang Maha Kuasa. Namun, ingatlah bahwa usaha adalah milik kita. Banyak yang muncul di kepala, namun susah menuliskannya. Kadang hidup memang sesederhana itu. Pun kadang se rumit itu. Kehidupan memang diciptakan dengan pasangan masing-masing. Sedih dan bahagia, luas dan sempit, mudah dan susah. Semua memiliki pasangannya masing-masing. keharusan kita adalah menghadapinya dengan cara terbaik. Draft tulisan ini sudah lama tidak saya selesaikan. Tapi hari ini nekat saya lanjutkan tulisan, sebab saya tau cara melawan malas adalah dengan menjadi rajin. Semoga impian yang sejak dahulu tertanam dikabulkan oleh Tuhan. Tidak harus sekarang memang, karena Tuhan tahu waktu yang tepat bagi kita. best regard, myself.

Buku Harian Sang Profesor - 40

Sudah seratus hari lebih sejak kepergianmu. Aku rindu, tetapi doa selalu menyertaimu. Sejujurnya hatiku selalu pilu mengingatmu, bukan karena keburukan namun karena kebaikan yang dahulu engkau taburkan. Tahukah kamu betapa aku rindu? Aku rindu menceritakan semua hal kepadamu. Namun aku senang, karena kamu pergi membawa semua kebaikan. Aku hanya tidak menyangka secepat ini, tapi ini bukan masalah waktu. Pada akhirnya semua orang akan menuju tempat sepertimu. Berbahagialah di sana, Aku rindu. Tapi ku titipkan rindu itu melalui doa, semoga kamu dan aku tetap menjadi sahabat selamanya. Kuatkan aku saat dunia tidak baik-baik saja. Aku benar-benar rindu, semoga Allah pertemukan kita suatu saat nanti di tempat terbaiknya. Dalam proses tumbuh tidak selalu berjalan mulus. Kadang ada hal tidak terduga yang muncul tiba-tiba. Sembari menunggu hasil dari usaha-usaha yang telah berlalu, cara lain menikmati hidup adalah syukur yang diiringi dengan berbuat baik. Jika itu adalah untuk impian, maka perj...

Buku Harian Sang Profesor 39

Diriku telah terlatih tidak lagi menjadikanmu dambaan hati. Sekarang semua ku anggap biasa saja. Bertemu dan melihat dirimu, kini ku biasakan untuk biasa. Sedari dulu memang kita tidak pernah saling intens berkomunikasi. Hanya sekadar berbagi komentar terhadap apa yang kita capai. Tidak banyak momen tentang kita. Aku percaya takdir Tuhan yang terbaik. Sudah itu saja.  Jika memang kita tidak ditakdirkan untuk bersama, sekeras apapun aku meminta hanya hikmah yang tertuang nyata. Sepertinya aku terlampau mengharapkanmu sehingga hatiku sempit pada cinta lain yang mencoba masuk. Ku biarkan hati itu kini sunyi. Tidak penting, dan aku sudah terbiasa untuk biasa saja. Tetaplah tumbuh dan berkembang. Mari sama-sama menjadi manusia yang bermanfaat. Pada akhirnya kita hanya akan mengenang. Terima kasih telah menginspirasi. Semoga hidupmu penuh berkah dan setiap langkahmu dalam ridho Allah.